Saturday, May 19, 2012

Diari Rawatan 9 Mei 2012- Sihir Abu Mayat

Bismillahirrohmanirrohim (Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyanyang)

TERAS - Alhamdulillah segala puji dan syukur kupanjatkan ke hadrat Allah atas segala nikmat yang telah diberikan. Baru-baru ini berkesempatan out station ke utara tanah air dan malamnya seorang rakan saya meminta bantuan rawatan bagi isterinya yang dikhabarkan terkena sihir sejak sebelum mereka berkahwin lagi. Pesakit ini tergolong dalam wanita yang cantik.

Rawatan dilakukan pada malam Jumaat. Pesakit kerasukan meliuk-liuk seperti ular dan kadangkala menyondol-nyondol seperti khinzir. Macam-macam kaedah telah digunakan tapi masih tidak berhasil. Saya mencuba kaedah meraga sukma menggunakan pesakit. Bila berjaya meraga sukma saya meminta pesakit berjalan bagi mencari punca penyakitnya. Mula-Mula dia nampak orang yang disyaki sedang memuja-muja gambarnya. Bila jurus dilakukan terus gambar tersebut terlepas dari tangan yang disyaki dan seterusnya pemuja terpelanting jatuh. Pesakit juga nampak seekor khinzir dibakar dan dipuja. Selain itu pesakit juga nampak seorang lelaki telah dibakar hidup-hidup dan abu mayatnya diambil untuk dijadikan sihir. Pesakit juga nampak beberapa kali dia telah diberi makan dengan makanan yang kotor.

Alhamdulillah dapat ilham menggunakan rendaman kaki pesakit selama 40 minit. Alhamdulillah nampak hasil yang positif. Semasa rendaman pesakit namapak air tersebut berwarna putih susu. Bila diletakkan kaki pesakit, pesakit namapak seperti air tersebut berpusar seperti menyedut energi yang tak elok pada tubuh pesakit. Air berkenaan bertukar warna kepada merah dan hitam. Selepas selesai pesakit merasakan badannya semakin ringan. Saya meminta pesakit meneruskan rendaman selama 7 malam berturut-turut serta istiqomah melakukan wirid yang telah dijazahkan.

Monday, February 6, 2012

Allahumma solli a'la muhammad.....Dalil diperbolehkan sambutam Maulidur rasul





Allah Merayakan Hari Kelahiran Para Nabi-Nya:

• Firman Allah: “(Isa berkata dari dalam perut ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS. Maryam:33).

• Firman Allah: “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya, dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS. Maryam: 15).

• Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala shahihain hadits No.4177)


• Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yang menjadi pembantunya Aminah ra bunda Nabi saw, ketika Bunda

Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia (ibu Utsman) melihat bintang – bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan

diatas kepalanya, lalu ia melihat cahaya terang – benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga membuat terang benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583).

• Ketika Rasul saw lahir kemuka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam).

• Riwayat shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat melahirkan Nabi saw melihat cahaya yang terang

– benderang hingga pandangannya menembus dan melihat istana - istana Romawi (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583) .

• Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14 buah jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yang 1000 tahun tak pernah padam Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583).

Kenapa kejadian kejadian ini dimunculkan oleh Allah swt?, kejadian kejadian besar ini muncul menandakan kelahiran Nabi saw, dan Allah swt telah merayakan kelahiran Muhammad Rasulullah saw di Alam ini, sebagaimana Dia swt telah pula membuat salam sejahtera pada kelahiran Nabi nabi sebelumnya.

Rasulullah Saw Memuliakan Hari Kelahiran Beliau Saw.

Ketika beliau saw ditanya mengenai puasa di hari senin, beliau saw menjawab: “Itu adalah hari kelahiranku, dan hari aku dibangkitkan” (Shahih Muslim hadits no.1162) dari hadits ini sebagian saudara-saudara kita mengatakan boleh merayakan maulid Nabi saw asal dengan puasa.Rasul saw jelas – jelas memberi pemahaman bahwa hari senin itu berbeda dihadapan beliau saw daripada hari lainnya, dan hari senin itu adalah hari kelahiran beliau saw. Karena beliau saw tak menjawab misalnya: “Oh puasa hari senin itu muliadan boleh – boleh saja..”, namun beliau bersabda “Itu adalah hari kelahiranku” menunjukkan bagi beliau saw hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah dari hari-hari lainnya. Contoh mudah misalnya Zeyd bertanya pada Amir: “Bagaimana kalau kita berangkat umroh pada 1 Januari?” maka amir menjawab: “Oh itu hari kelahiran saya”.

Nah.. bukankah jelas – jelas bahwa Zeyd memahami bahwa 1 januari adalah hari yang berbeda dari hari – hari lainnya bagi Amir? Dan Amir menyatakan dengan jelas bahwa 1 Januari itu adalah hari kelahirannya, dan berarti amir ini termasuk orang yang perhatian pada hari kelahirannya, kalau Amir tak acuh dengan hari kelahirannya maka pastilah ia tak perlu menyebut–nyebut bahwa 1 Januari adalah hari kelahirannya,dan Nabi saw tak memerintahkan puasa hari senin untuk merayakan kelahirannya.Pertanyaan sahabat ini berbeda maksud dengan jawaban beliau saw yang lebih luas dari sekedar pertanyaannya, sebagaimana contoh diatas, Amir tidak memerintahkan umroh pada 1 januari karena itu adalah hari kelahirannya, maka mereka yang berpendapat bahwa boleh merayakan maulid hanya dengan puasa saja maka tentunya dari dangkalnya pemahaman terhadap ilmu bahasa. Orang itu bertanya tentang puasa senin, maksudnya boleh atau tidak? Rasul saw menjawab hari itu hari kelahiranku, menunjukkan hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah pada pribadi beliau saw, sekaligus diperbolehkannya puasa dihari itu. Maka jelaslah sudah bahwa Nabi saw termasuk yang perhatian pada hari kelahiran beliau saw, karena memang merupakan bermulanya sejarah bangkitnya islam.

Sahabat Memuliakan Hari Kelahiran Nabi Saw.

Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra:

“Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah..” maka Rasul saw menjawab: “Silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu terjaga” maka Abbas ra memuji dengan syair yg panjang, diantaranya:“… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417).

Kasih Sayang Allah Atas Kafir Yang Gembira Atas Kelahiran Nabi Saw

Diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu Lahab dalam mimpinya, dan Abbas bertanya padanya:

“Bagaimana keadaanmu? ” Abu Lahab menjawab: “Di neraka, cuma diringankan siksaku setiap senin karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasulsaw” (Shahih Bukhari hadits no.4813, Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits No.13701, Syi’bul Iman No.281, Fathul Baari Almasyhur juz 11 hal431).

Walaupun kafir terjahat ini dibantai di alam barzakh, namun tentunya Allah berhak menambah siksanya atau menguranginya menurut kehendak Allah swt, maka Allah menguranginya setiap hari senin karena telah gembira dengan kelahiran Rasul saw dengan membebaskan budaknya.Walaupun mimpi tidak dapat dijadikan hujjah untuk memecahkan hukum syariah, namun mimpi dapat dijadikan hujjah sebagai manakib, sejarah dan lainnya, misalnya mimpi orang kafir atas kebangkitan Nabi saw, maka tentunya hal itu dijadikan hujjah atas kebangkitan Nabi saw maka Imam - imam diatas yang meriwayatkan hal itu tentunya menjadi hujjah bagi kita bahwa hal itu benar adanya, karena diakui oleh imam imam dan mereka tidak mengingkarinya.Lebih lagi hal itu teriwayatkan pada Shahih Bukhari, dan sebagian para Muhadditsin pun mengatakan:

”Tidak mudah untuk mengingkari hal ini, karena Imam Bukhari meriwayatkan hal itu pada shahih nya. Karena walaupun hal itu Cuma mimpi Abbas ra, tapi sudah berubah menjadi ucapan Abbas ra karena ia telah mengucapkannya, dan jika hal itu batil maka Sayyidina Abbas ra tak akan menceritakannya, dan diperkuat pula Imam Bukhari pada Shahih nya meriwayatkan ucapan Abbas ra itu, maka ucapan itu telah menjadi hujjah, karena diucapkan oleh Sahabat besar,Abbas bin Abdulmuttalib ra paman Nabi saw. Dan diriwayatkan pada Shahih Bukhari.

Rasulullah Saw Memperbolehkan Syair Pujian Dimasjid.

Hassan bin Tsabit ra membaca syair di Masjid Nabawiy yang lalu ditegur oleh Umar ra, lalu Hassan berkata “Aku sudah baca syair nasyidah disini dihadapan orang yang lebih mulia dari engkau wahai Umar (yaitu Nabi saw) lalu Hassan berpaling pada Abu Hurairah ra dan berkata: “Bukankah kau dengar Rasul saw menjawab syairku dengan doa: Wahai Allah bantulah ia dengan RuhulQudus? maka Abu Hurairah ra berkata: “Betul” (shahih Bukhari hadits no.3040, Shahih Muslim hadits No.2485).

Ini menunjukkan bahwa pembacaan Syair di masjid tidak semuanya haram, sebagaimana beberapa hadits shahih yang menjelaskan larangan syair di masjid, namun jelaslah bahwa yangdilarang adalah syair – syair yang membawa pada Ghaflah, pada keduniawian, namun syair – syair yang memuji Allah dan Rasul-Nya maka hal itu diperbolehkan oleh Rasul saw bahkan dipuji dan didoakan oleh beliau saw sebagaimana riwayat diatas, dan masih banyak riwayat lain sebagaimana dijelaskan bahwa Rasul saw mendirikan mimbar khusus untuk Hassan bin Tsabit di masjid agar ia berdiri untuk melantunkan syair – syairnya (Mustadrak ala Shahihain hadits No.6058, Sunan Attirmidzi hadits No.2846) oleh Aisyah ra bahwa ketika ada beberapa sahabat yang mengecam Hassan bin Tsabit ra maka Aisyah ra berkata:

“Jangan kalian caci Hassan, sungguh ia itu selalu membanggakan Rasulullah saw” (Musnad AbuYa’la Juz 8 hal 337).

Monday, January 16, 2012

Diari Rawatan Santau - 3 Januari 2012

(sekadar gambar hiasan)

Bismillahirrohmanirrohim....

TERAS- Seorang wanita yang tidak dikenali menelefon saya meminta bantuan berkenaan batuk dan gatal-gatal yang berlarutan sejak tahun 2009 hingga kini. Wanita ini telah berjumpa doktor dan melakukan ujian x ray dan mendapati beberapa tompok hitam dan doktor mengatakan penyakitnya adalah tibi dan wanita ini masih memakan pil penyakit tibi tersebut. Ibu wanita ini merupakan wanita yang aktif n di tempat kerja tetapi bila balik ke rumah dia merasa letih dan mengantuk.

Selepas wanita ini selesai menelefon saya untuk perjumpaan rawatan pd malamnya mereka sekeluarga ternampak seekor ular hitam keluar dari rumahnya melalui pintu sejurus wanita ini menelefon saya. Bapanya pun hairan selama 12 tahun tinggal tidak pernah ternampak ular masuk atau keluar dari rumahnya. Malamnya saya datang untuk melakukan rawatan. Beberapa bahan telah disediakan. Wanita ini mula-mula nak muntah dan ketika melakukan proses menyedut bisa, wanita ini merasakan kesakitan didadanya berpindah ke tekak dan seterusnya ke kepala.

Selesai terapi wanita ini dibekalkan dengan beras untuk diminum selama 41 hari berturut-turut.

Friday, December 9, 2011

Diari Rawatan 23 November 2011- Gangguan Sekeluarga

(Gambar tiada kaitan dengan cerita)

Bismillahirrohmanirrohim....

Alhamdulillah dengan izinNya masih lagi dapat mencoretkan sedikit diari rawatan ke atas pesakit. Risau sekiranya tidak ditulis akan terlupa ceritanya.

Seorang rakan yang dikenali telah menelefon meminta membantu keluarganya yang mengalami masalah di Terengganu, Setia Wangsa dan Klang yang dikatakan olehnya berkemungkinan saka sekeluarga. Berkebetulan rakan ini berkursus di Kuala Lumpur selama seminggu. Jadi kesempatan ini digunakan untuk membawa kakaknya di Setia Wangsa untuk berubat. Dikhabarkan kakaknya mengalami kesakitan tangan dan belikat serta seringkali bermimpi 'bersama' dengan seseorang yang tidak dikenali semenjak melahirkan anak pertama. Bila kakak rakan saya datang sudah terasa gelombang yang tak elok.

Rawatan dilakukan seperti biasa. Pesakit merasakan sakit di kepala, belikat dan lengan tangan kanan. Lebih kurang 30 minit kesakitan telah hilang. Pesakit telah dibekalkan dengan minyak wangi dan garam untuk mandian dan beberapa bahan untuk pembersihan rumah selama seminggu. Dalam tempoh pembersihan setiap malan di kawasan rumahnya berbau hancing yang kuat walaupun pintu semua telah ditutup. Pembersihan rumah juga dilakukan di Terengganu.

Alhamdulillah setelah pembersihan rumah dilakukan masalah gangguan di rumah bapanya di Terengganu, rumah kakaknya di Klang telah dapat diselesaikan dengan izin Allah. Rawatan susulan akan dibuat kepada kakan pesakit di Setiawangsa bagi meng 'clear'kan gangguan pada dirinya yang telah berkurang sebanyak 90 %. Mudah-mudahan dipermudahkan segala-galanya.



Tuesday, November 22, 2011

Faktor- faktor kekalahan Pasuka Bolasepak Indonesia di dalam SEA GAMES XXVI

Berikut adalah kopi pasta dari rakan blog di Indonesia mengenai faktor kekalahan sebenar Pasukan indonesia...


Sepulang dari kantor kemarin, saya menyaksikan suatu fenomena yang luar biasa, trotoar-trotoar jalan penuh oleh kendaraan bermotor yang diparkir. Si empunya motor asyik nglesot di lesehan pinggir jalan yang dipasang layar tancap. Cafe-cafe penuh dan jalanan lenggang, Garuda muda akan melawan Harimau Malaya. Pertandingan sarat emosi, dendam kesumat dan kebencian. Teriakan-teriakan Malingsia dan Ganyang Malaysia bergema. Warna merah mendominasi pandangan mata, di udara sangat terasa hawa keoptimisan bercampur kebencian pada negeri Jiran. Inilah final impian dimana mayoritas masyarakat Indonesia sangat ingin melihat pasukan Garuda Muda menjungkalkan Harimau Malaya.

Pertandingan pun berlangsung, decak kagum bergumam melihat kecepatan para pemain garuda muda khususnya para pemain-pemain dari pulau Papua. Dan gol cepat pun terjadi, suasana menjadi riuh rendah, teriakan gol bergaung, rasa puas merasuk ke jiwa penonton. Lalu penantian gol kedua pun bergelora, detik demi detik, menit demi menit tapi gol kedua yang ditunggu tak kunjung datang, malah pasukan Harimau Malaysia mampu menyamakan kedudukan. Serangan dari tuan rumah tak berhenti, umpatan dan cacian silih berganti menemani pertandingan. Wasit, hakim garis, pemain, pelatih lawan tak lepas dari hinaan dan umpatan. Hingga beberapa gol yang diciptakan tak mendapat pengesahan makin tinggi tensi permainan makin gemes penonton. Pertandingan normal berakhir, perpanjangan waktu, dan akhirnya adu Tos-tos an dilakukan. Disinilah mental diuji dan Garuda Muda terbukti belum mampu menunjukkan mental juara. Malaysia pulang ke kandang mereka dengan kepala tegak, kalungan medali Sea Games yang dirindukan oleh warga Indonesia selama 20 tahun dibawa ke Kuala Lumpur.

Ada apa sebenarnya? Kenapa Indonesia selalu kalah dengan Malaysia di partai puncak? Banyak yang beranalisis tentang masalah teknis seperti teknik, team work, mental dan lain-lain. Tapi saya mencoba menganalisis dengan cara lain. Kenapa Indonesia tidak bisa mengalahkan Malaysia di GBK? Jawabannya adalah karena motivasi Indonesia untuk menang adalah motivasi kebencian dan dendam. Seperti diketahui benci dan dendam adalah dua energi yang sangat NEGATIF. Maka begitu berkumpul di stadion yang penuh dengan aura kebencian dan dendam energi negatif itu terakumulasi besar sekali. Dan percaya atau tidak energi negatif itu akan menular ke dalam lapangan. Dan permainan pun kacau sekali, ditambah seluruh stadion yang menyumpah serapah i negara lawan. Maka doa yang didasari oleh energi negatif tidak akan sampai dan diterima oleh Tuhan. Justru doa penonton Malaysia yang datang ke GBK dikabulkan. Kenapa? Karena mereka termasuk orang-orang yang teraniaya,sebagai tamu mereka bukannya dihormati tetapi malah disumpah-serapah. Padahal mereka belum tentu salah, maka saat mereka berdoa meminta kemenangan, dengan cepat Tuhan mengabulkan. Doa orang-orang teraniaya lebih makbul.

Oleh karena itu marilah kita luruskan niat, saat pertandingan olahraga tidak perlu membawa kepentingan politik dan membawa kebencian di lapangan. Bertandinglah untuk menghibur, untuk mencapai prestasi karena ingin mengharumkan nama bangsa tanpa menginjak martabat bangsa lain. Bukankah seorang pemenang sejati itu adalah mereka yang “Menang tanpa kesombongan dan kalah tanpa banyak alasan”.

dipetik dari : http://olahraga.kompasiana.com (22/11/11)

Monday, November 7, 2011

Diari Rawatan 7 November 2011





Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyanyang

Alhamdulillah syukur kehadrat Allah kerana masih lagi diberikan kesempatan untuk menjengah blog yang dah lama tak diupdatekan.

Semalam sekitar jam 6 petang, sewaktu berehat di rumah saya dikejutkan dengan salam dari luar rumah. Bila di tanya rupanya ada pesakit kerasukan di taman saya. Dia cuba menelefon saya beberapa kali tapi tak dapat dihubungi disebabkan handphone saya tengah direpair di WARTA Bangi, ada sedikit masalah.

Sampai di rumahnya saya lihat seorang remaja perempuan berumur 11 tahun sedang meracau-racau. Bacaan ruqyah dibacakan ke atasnya cuma dia merasa panas dan mengikuti ayat-ayat yang saya. Khabarnya dah pergi ke beberapa pusat rawatan Islam. Saya cuba kaedah lain. Dia mula beri respon. Akhirnya remaja ini dimandikan dengan minyak wangi dan beberapa bahan lain. Terdengar hilaian dan jeritan dalam bilik mandi. Selepas itu keadaan mula reda. Lepas maghrib saya datang lagi untuk rawatan ayahnya yang menghidap penyakit kayap. Sambil tu cuba tengok balik masalah remaja tersebut. Remaja tu transform balik dengan tindakan lebih agresif. Lepas isyak rawatan disambung kembali. Kali ini jemaah surau pula datang. Dah jadi ramai pula. Akhirnya pemutusan energi dilakukan dan pesakit terus tumbang tidak sedarkan diri. Agak lama juga.

Sambil menunggu dia sedar, sesi pembersihan dan pemagaran rumah dilakukan. Mudah-mudahan segala-segalanya selesai dengan izin Allah.